Mulailah membaca hal-hal yang positif saat ini, karena itu akan membangun kepribadian yang baik dalam dirimu

Monday, December 29, 2014

Hilang Kontaknya Pesawat AirAsia QZ8501


Barusan ketika saya melihat berita di televisi, ada berita yang mengabarkan tentang hilangnya pesawat AirAsia QZ8501, pesawat yang memiliki tujuan penerbangan dari Surabaya menuju ke Singapura ini dinyatakan hilang kontak pada hari Minggu (28/12/2014) sekitar pukul 6 pagi WIB. Pesawat AirAsia QZ8501 membawa 155 penumpang, yang terdiri dari 138 orang dewasa, 16 anak-anak dan seorang bayi. Sampai saat ini pun pesawat belum juga ditemukan, dan pihak2 terkait seperti BASARNAS, TNI, POLRI sedang melakukan proses pencarian semenjak pesawat dinyatakan hilang kontak. Dan beberapa negara-negara tetangga dikabarkan menawarkan bantuan seperti Malaysia, USA, RRC, Australia, dll. Bahkan kabar hilang kontaknya pesawat AirAsia QZ8501 ini mejadi trending topik dunia. Contohnya di Jepang hampir semua media mengabarkan berita tentang pesawat AirAsia QZ8501 ini.
















Berdasarkan berita yang saya lihat dan dengarkan dari berbagai sumber, pesawat ini diduga jatuh karena melintasi awan kumulonimbus. Menurut Kepala Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika Andi Eka Sakya, awan ini memang sangat berbahaya bagi penerbangan dan harus dihindari oleh setiap pilot yang sedang mengudara karena berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan.

Untuk mengetahui apa itu awan kumulonimbus, saya akan sedikit membahasnya disini,
Awan Kumulonimbus adalah sebuah awan vertikal yang menjulang sangat tinggi, tebal dan padat. Tak jarang awan ini juga terlibat dalam badai petir dan cuaca ekstrim lainnya.
Kumulonimbus berasal dari bahasa Latin, "cumulus" berarti terakumulasi dan "nimbus" berarti hujan.
Jadi awan ini sangat berbahaya untuk aktivitas penerbangan dan dihindari oleh para pilot  karena dapat merusak mesin-mesin pesawat. 

Bahkan saat ini proses pencarian terus dilangsungkan, tetapi belum juga ditemukan keberadaan pesawat QZ8501 ini, salah satu hal yang menyebabkan sulitnya pencarian adalah karena sinyal darurat pesawat AirAsia QZ8501 atau yang biasa dikenal dengan ELT(Emergency Local Transmitter ) belum bisa ditangkap Badan SAR Nasional. Menurut Kepala Basarnas, Bambang Soelistyo “Seharusnya sinyal ditangkap sistem kita dan memberikan peringatan. Namun, sampai detik ini, sinyal itu tidak tertangkap dalam sistem kita. Negara-negara tetangga sudah kita cek dan mereka juga tidak menangkap sinyal ELT (AirAsia QZ 8501),”
Sinyal ini tidak dapat dideteksi oleh system yang dimiliki BASARNAS, memang hal ini dapat terjadi jika ELT membentur benda-benda keras dan jatuh ke dalam laut. Karena jika di dalam laut fungsi
ELT digantikan oleh Underwater Locator Beacon( ULB) atau pinger.

“Alat itu menempel pada black box dan memancarkan terus menerus suara ping, ping, ping selama 30 hari. Suara tersebut memancar dalam frekuensi dan interval tertentu dengan jarak 500 meter dari posisi ULB” kata  Prof. Dr. Mardjono Siswosuwarno (Penyelidik senior Komisi Nasional Keselamatan Transportasi ~KNKT).

Namun Apapun yang terjadi saat ini, kita harus tetap berdoa dan berharap yang terbaik bagi Pesawat AirAsia QZ8501 ini. Semoga saja pihak dari BASARNAS, TNI, POLRI, dan semua pihak yang terlibat dalam proses pencarian ini bisa segera menemukan tanda-tanda keberadaan pesawat ini.

2 comments:

  1. Ada kabar baru udah ditemukan mas.! barusan saya cek di forum2 ada.! coba anda cek..
    Truss saya punya saran sebaiknya text background nya itu warna lain.. karna menurut saya warna text yang abu-abu campur sama background text yang putih jadi kurang jelas.. trimakasih..

    ReplyDelete
  2. ya saya sudah klo ketemu pesawatnya, tpi kn semua korban sampai skrang ini blom dievakuasi

    ReplyDelete

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Sample Text

Definition List

Pages

Powered by Blogger.

Blogger templates

Blogger news

Popular Posts